Daya Beli Turun, Nelayan Kukar Kesulitan Jual Ikan, DPRD Siapkan Pengawasan Lapangan
Ilustrasi Penjual Ikan.
POSKOTKALTIMNEWS, KUKAR: Penurunan daya beli masyarakat mulai terasa kuat di sektor perikanan. Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Eko Wulandanu, mengungkapkan bahwa para nelayan kini menghadapi tantangan berat dalam menjual hasil tangkapannya.
Ia menyebut laporan dari
kelompok tani dan nelayan yang masuk ke Komisi II menunjukkan adanya penurunan
pendapatan yang cukup tajam. Kondisi ini disebut telah terjadi dalam beberapa
bulan terakhir, seiring melemahnya kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan
pangan.
“Ini berdampak langsung
kepada masyarakat. Mereka membeli berbagai kebutuhan, tetapi daya belinya
menurun, terutama bagi nelayan,” ujar Eko saat diwawancarai awak media, pada
Rabu (19/11/2025).
Eko menjelaskan bahwa
nelayan kini semakin sulit memasarkan ikan, sebab masyarakat cenderung beralih
ke lauk yang lebih murah.
“Banyak masyarakat yang
biasanya membeli ikan, ayam, atau daging, sekarang lebih memilih tahu, tempe,
dan sayur-sayuran. Penurunan daya beli ini membuat pelaku perikanan semakin
tertekan,” jelasnya.
Dugaan sementara, kondisi
tersebut turut dipengaruhi oleh penyesuaian APBD yang berdampak pada perputaran
ekonomi daerah. Menurut Eko, penurunan pendapatan daerah membuat konsumsi
masyarakat ikut melemah, sehingga berdampak langsung pada sektor usaha
masyarakat, terutama nelayan dan petani.
“Anggota DPRD Kukar harus
melihat langsung apa penyebab masalah tersebut,” katanya.
Tak hanya itu, Eko menilai
penting bagi pemerintah dan DPRD untuk segera merumuskan langkah mitigasi agar
situasi tidak semakin memburuk. Ia mengatakan, jika persoalan daya beli tidak
ditangani, maka dampaknya bisa meluas ke perlambatan ekonomi daerah.
“Kami harus memastikan apa
yang terjadi dan bagaimana solusi terbaiknya. Ini menjadi PR bagi kami di DPR
agar kondisi masyarakat, terutama nelayan, tidak semakin terpuruk,” tegasnya.
Dengan kondisi fiskal
daerah yang sedang tersendat, Eko mendorong agar pemerintah memperhatikan
kebutuhan ekonomi masyarakat agar roda perputaran ekonomi tetap bergerak. Ia
menegaskan bahwa keberpihakan terhadap sektor produksi rakyat tidak boleh
berkurang dalam situasi apa pun.
“Kita harus memastikan
fondasi ekonomi masyarakat tetap kuat. Jika tidak, sektor-sektor seperti
perikanan akan terus merasakan tekanan,” pungkasnya.(adv)